💃 Kejadian 4 Ayat 1 16

KITAB KEJADIAN 1. 1 Bahwa pada mula pertama dijadikan Allah akan langit dan bumi. 2 Maka bumi itu lagi campur baur adanya, yaitu suatu hal yang ketutupan kelam kabut; maka Roh Allah berlayang-layang di atas muka air itu. 3 Maka firman Allah: Hendaklah ada terang. Kain dikutuk oleh Allah dalam arti Allah tidak lagi akan memberkati usahanya untuk mencari nafkah dari tanah (bd. ayat Kej 4:2-3). Tampaknya, Kain tidak merendahkan diri dalam penyesalan dan pertobatan karena ia memisahkan diri dari Tuhan dan berusaha untuk hidup tanpa pertolongan Allah (ayat Kej 4:16). 9 Full Life. Nas : Kej 4:15 Kejadian 17:8 TB. Kepadamu dan kepada keturunanmu akan Kuberikan negeri ini yang kaudiami sebagai orang asing, yakni seluruh tanah Kanaan akan Kuberikan menjadi milikmu untuk selama-lamanya; dan Aku akan menjadi Allah mereka.” Boks Temuan. 44:1 Sesudah itu diperintahkannyalah kepada kepala rumahnya: p "Isilah karung orang-orang itu dengan gandum, seberapa yang dapat dibawa mereka, dan letakkanlah uang masing-masing di dalam mulut karungnya. q 44:2 Dan pialaku, r piala perak itu, s taruhlah di dalam mulut karung anak yang bungsu serta uang pembayar gandumnya juga." Kejadian 15. Perjanjian Allah dengan Abram; janji tentang keturunannya. 15:1-21. 1 Kemudian datanglah firman Tuhan kepada Abram dalam suatu penglihatan: ”Janganlah takut, Abram, Akulah perisaimu; upahmu akan sangat besar.” 2 Abram menjawab: ”Ya Tuhan Allah, apakah yang akan Engkau berikan kepadaku, karena aku akan meninggal dengan tidak Kejadian 22 (disingkat Kej 22) adalah bagian dari Kitab Kejadian dalam Alkitab Ibrani dan Perjanjian Lama di Alkitab Kristen, kitab pertama yang termasuk dalam kumpulan kitab Taurat yang disusun oleh Musa. [1] [2] Naskah sumber utama: Masoretik, Taurat Samaria, Septuaginta Naskah Laut Mati. Pasal ini terdiri dari 24 ayat. Konteks 48:1 Sesudah itu ada orang mengatakan kepada Yusuf: "Ayahmu sakit!" Lalu dibawanyalah kedua anaknya, Manasye dan Efraim. t 48:2 Ketika diberitahukan kepada Yakub: "Telah datang anakmu Yusuf kepadamu," maka Israel u mengumpulkan segenap kekuatannya dan duduklah ia di tempat tidurnya. 48:3 Berkatalah Yakub kepada Yusuf: "Allah, Yang Kejadian 26:1-14 TB. Maka timbullah kelaparan di negeri itu. – Ini bukan kelaparan yang pertama, yang telah terjadi dalam zaman Abraham. Sebab itu Ishak pergi ke Gerar, kepada Abimelekh, raja orang Filistin. Lalu TUHAN menampakkan diri kepadanya serta berfirman: ”Janganlah pergi ke Mesir, diamlah di negeri yang akan Kukatakan kepadamu. Kejadian 4:1. Konteks. TB (1974) ©. SABDAweb Kej 4:1. Kemudian manusia itu bersetubuh dengan Hawa, z isterinya 1 , a dan mengandunglah perempuan itu, lalu melahirkan Kain; b maka kata perempuan itu: "Aku telah mendapat seorang anak laki-laki dengan pertolongan TUHAN." AYT (2018) Adam bersetubuh dengan Hawa, istrinya, lalu Hawa mengandung dan Kejadian4:3-16 Konteks 4:3 Setelah beberapa waktu lamanya, maka Kain mempersembahkan e sebagian dari hasil tanah itu kepada TUHAN 1 f sebagai korban persembahan; 4:4 Habel juga mempersembahkan korban persembahan g dari anak sulung kambing dombanya, h yakni lemak-lemaknya; maka TUHAN mengindahkan Habel dan korban persembahannya i itu, 4:5 tetapi Kain dan korban persembahannya tidak diindahkan-Nya. Lalu hati Kain menjadi sangat panas, dan mukanya muram. Kejadian 6:5 TB. Ketika dilihat TUHAN, bahwa kejahatan manusia besar di bumi dan bahwa segala kecenderungan hatinya selalu membuahkan kejahatan semata-mata TL_ITL_DRF Maka pada hari <03117> yang ketiga <07992> Ibrahimpun <085> mengangkatlah <05375> matanya <05869>, lalu dilihatnya <07200> tempat <04725> itu dari jauh <07350>. TB: Ketika pada hari ketiga Abraham melayangkan pandangnya, kelihatanlah kepadanya tempat itu dari jauh. BIS: Pada hari yang ketiga tampaklah oleh Abraham tempat itu di kejauhan. ObLt2X. 1Allah menciptakan langit dan bumi serta isinya11–27 1Pada mulanya Allah menciptakan langit dan bumi. 2Bumi belum berbentuk dan kosong; gelap gulita menutupi samudera raya, dan Roh Allah melayang-layang di atas permukaan air. 3 2Kor. 46 Berfirmanlah Allah ”Jadilah terang.” Lalu terang itu jadi. 4Allah melihat bahwa terang itu baik, lalu dipisahkan-Nyalah terang itu dari gelap. 5Dan Allah menamai terang itu siang, dan gelap itu malam. Jadilah petang dan jadilah pagi, itulah hari pertama. 6 2Ptr. 35 Berfirmanlah Allah ”Jadilah cakrawala di tengah segala air untuk memisahkan air dari air.” 7Maka Allah menjadikan cakrawala dan Ia memisahkan air yang ada di bawah cakrawala itu dari air yang ada di atasnya. Dan jadilah demikian. 8Lalu Allah menamai cakrawala itu langit. Jadilah petang dan jadilah pagi, itulah hari kedua. 9Berfirmanlah Allah ”Hendaklah segala air yang di bawah langit berkumpul pada satu tempat, sehingga kelihatan yang kering.” Dan jadilah demikian. 10Lalu Allah menamai yang kering itu darat, dan kumpulan air itu dinamai-Nya laut. Allah melihat bahwa semuanya itu baik. 11Berfirmanlah Allah ”Hendaklah tanah menumbuhkan tunas-tunas muda, tumbuh-tumbuhan yang berbiji, segala jenis pohon buah-buahan yang menghasilkan buah yang berbiji, supaya ada tumbuh-tumbuhan di bumi.” Dan jadilah demikian. 12Tanah itu menumbuhkan tunas-tunas muda, segala jenis tumbuh-tumbuhan yang berbiji dan segala jenis pohon-pohonan yang menghasilkan buah yang berbiji. Allah melihat bahwa semuanya itu baik. 13Jadilah petang dan jadilah pagi, itulah hari ketiga. 14Berfirmanlah Allah ”Jadilah benda-benda penerang pada cakrawala untuk memisahkan siang dari malam. Biarlah benda-benda penerang itu menjadi tanda yang menunjukkan masa-masa yang tetap dan hari-hari dan tahun-tahun, 15dan sebagai penerang pada cakrawala biarlah benda-benda itu menerangi bumi.” Dan jadilah demikian. 16Maka Allah menjadikan kedua benda penerang yang besar itu, yakni yang lebih besar untuk menguasai siang dan yang lebih kecil untuk menguasai malam, dan menjadikan juga bintang-bintang. 17Allah menaruh semuanya itu di cakrawala untuk menerangi bumi, 18dan untuk menguasai siang dan malam, dan untuk memisahkan terang dari gelap. Allah melihat bahwa semuanya itu baik. 19Jadilah petang dan jadilah pagi, itulah hari keempat. 20Berfirmanlah Allah ”Hendaklah dalam air berkeriapan makhluk yang hidup, dan hendaklah burung beterbangan di atas bumi melintasi cakrawala.” 21Maka Allah menciptakan binatang-binatang laut yang besar dan segala jenis makhluk hidup yang bergerak, yang berkeriapan dalam air, dan segala jenis burung yang bersayap. Allah melihat bahwa semuanya itu baik. 22Lalu Allah memberkati semuanya itu, firman-Nya ”Berkembangbiaklah dan bertambah banyaklah serta penuhilah air dalam laut, dan hendaklah burung-burung di bumi bertambah banyak.” 23Jadilah petang dan jadilah pagi, itulah hari kelima. 24Berfirmanlah Allah ”Hendaklah bumi mengeluarkan segala jenis makhluk yang hidup, ternak dan binatang melata dan segala jenis binatang liar.” Dan jadilah demikian. 25Allah menjadikan segala jenis binatang liar dan segala jenis ternak dan segala jenis binatang melata di muka bumi. Allah melihat bahwa semuanya itu baik. 26Berfirmanlah Allah ”Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita, supaya mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas ternak dan atas seluruh bumi dan atas segala binatang melata yang merayap di bumi.” 27Kej. 51-2; Mat. 194; Mrk. 106; 1Kor. 117 Maka Allah menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya, menurut gambar Allah diciptakan-Nya dia; laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka. 28Allah memberkati mereka, lalu Allah berfirman kepada mereka ”Beranakcuculah dan bertambah banyak; penuhilah bumi dan taklukkanlah itu, berkuasalah atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas segala binatang yang merayap di bumi.” 29Berfirmanlah Allah ”Lihatlah, Aku memberikan kepadamu segala tumbuh-tumbuhan yang berbiji di seluruh bumi dan segala pohon-pohonan yang buahnya berbiji; itulah akan menjadi makananmu. 30Tetapi kepada segala binatang di bumi dan segala burung di udara dan segala yang merayap di bumi, yang bernyawa, Kuberikan segala tumbuh-tumbuhan hijau menjadi makanannya.” Dan jadilah demikian. 31Maka Allah melihat segala yang dijadikan-Nya itu, sungguh amat baik. Jadilah petang dan jadilah pagi, itulah hari keenam. Terjemahan Baru Bible © Indonesian Bible Society 1974, Selebihnya Tentang Alkitab Terjemahan Baru Seorang anak bertanya kepada kakeknya, “Mengapa dua orang yang bertengkar mengeluarkan suara nyaring, kata – kata kasar dan berteriak padahal mereka berdekatan?” Kakeknya menjawab “ Orang yang sedang marah walaupun berdekatan tapi hati mereka jauh karena itu mereka bersuara keras dan berteriak. Tetapi jika ada cinta, hati dekat satu dengan yang lain maka mereka tidak akan saling berteriak karena dengan bisikan saja mampu melambungkan rasa. Bahkan jangankan kata – kata, bagi orang yang sedang jatuh cinta, satu kedipan mata saja dapat menyampaikan sejuta rasa di hati". Jadi ada perbedaan besar ketika hati dipenuhi oleh kemarahan, irih hati dan kebencian dengan ketika hati kita dipenuhi oleh cinta kasih. Kain dan Habel dua orang kakak beradik, anak - anak Adam dan Hawa. Kelahiran Kain disebut Hawa pada ayat 1 dalam pembacaan kita adalah karena pertolongan Tuhan. Tapi sayangnya hidup Kain tidak mengandalkan pertolongan Tuhan. Hati Kain tidak dipenuhi oleh cinta Tuhan. Habel adiknya yang seorang gembala kambing domba mempersembahkan bagi Tuhan, korban persembahan anak sulung kambing domba, yakni lemak – lemaknya. Habel mempersembahkan yang terbaik. Sedangkan Kain yang seorang Petani, mempersembahkan sebagian dari hasil tanahnya kepada Tuhan. Kain asal memberi saja, yang penting sudah memberi bagi Tuhan. Ternyata Tuhan bukan hanya melihat korban persembahan itu tapi Tuhan melihat hati. Tuhan melihat hidup orang yang memberi korban persembahan. Tuhan berkenan pada Habel dan korban persembahannya. Sedangkan Kain dan korban persembahannya tidak diindahkan Tuhan. Lalu hati Kain menjadi sangat panas dan mukanya muram. Kain marah. Kain tidak mengoreksi hidupnya dan persembahannya. Kain irih hati pada Habel. Irih hati kelihatannya sepele tapi sesungguhnya sangat berbahaya. Karena dari hal yang kecil yang dibiarkan dan tidak dikoreksi ternyata menjadi bencana besar. Kain juga muram. Kain kehilangan sukacita dan damai sejahtera Pada ayat 6 – 7, Tuhan menegur Kain. “Jika engkau tidak berbuat baik, dosa sudah mengintip di depan pintu”. Kain menutup hatinya dari cinta Tuhan. Kain mengeraskan hati terhadap teguran Tuhan karena cela dihatinya itu sudah terbuka bagi dosa. Maka Kain meneruskan rencana jahatnya. Kain membunuh Habel dengan cara yang licik. Kain berbicara seolah - olah bersikap baik kepada Habel, Kain mengajak Habel ke padang. Kain bersikap manis untuk tujuan jahat. Di padang itulah Kain membunuh Habel adik kandungnya sendiri. Kain berpikir tidak ada yang mengetahui perbuatannya. Tapi ternyata Tuhan tahu. Darah Habel berteriak kepada Tuhan. Tuhan bertanya kepada Kain tentang Habel. Kain masih berkelit dan membohongi Tuhan. Tuhan menghukum Kain. Kain dikutuk. Tanahnya tidak akan memberikan hasil dan ia akan menjadi pelarian dan pengembara. Kain menuai hasil dari perbuatannya. Cela kecil yang dibuka bagi dosa membinasakan hidup Kain. Hati yang dikeraskan dari Tuhan membuat ia tidak mengalami berkat. Hari ini di tengah pergumulan di Tanah Papua, Kisah Kain dan Habel menjadi pelajaran iman bagi kita semua. Kematian Habel terjadi karena Kain tidak dapat mengelola kemarahannya. Marah adalah sesuatu yang manusiawi. Tetapi ketika kemarahan menjadi tidak terkontrol maka itu akan menghancurkan diri kita sendiri. Kemarahan yang tidak terkontrol dapat berakibat pada kekerasan baik kekerasan fisik maupun psikis. Ketika emosi menjadi tidak terkendali maka kita bisa memaki, mengumpat, mengeluarkan kata – kata yang melukai hati orang lain. Dan yang lebih buruk dapat terjadi perkelahian, pertumpahan darah dan pembunuhan. Karena itu jangan membiarkan kemarahan, irih hati dan kebencian merusak kehidupan yang harmonis. Jika ingin hidup tentram, belajarlah mengelola kemarahan, padamlah kebencian lalu nyalakan dan kobarkan cinta Tuhan. Marilah menyatakan cinta kasih Tuhan kepada siapapun juga meskipun berbeda suku, agama, ras dengan kita. Tetaplah menyatakan cinta Tuhan bagi dunia meskipun kita mengalami penghinaan dari orang lain, meskipun iman kita dicemoohkan orang, meskipun kita mengalami perlakukan buruk. Janganlah membalas kejahatan dengan kejahatan. Jadi bukalah hati untuk cinta Tuhan agar tidak ada celah bagi dosa, irih hati, kebencian dan dendam. Dunia saat ini mempertontonkan cara hidup menyelesaikan masalah dengan kekerasan. Di Media massa, di media sosial, di sekitar kita, setiap saat kita melihat dan mendengar kekerasan terjadi. Kekerasan seolah telah menjadi trend masa kini. Kita harus sadar, kekerasan menjadi tanda bahwa hati nurani telah mati. Karena Tuhan tidak menciptakan kita menjadi manusia yang tanpa hati. Maka jangan mengikuti cara hidup duniawi. Yesus sudah memberi teladan melawan kekerasan dengan cinta kasih. Papua menjadi pergumulan kita bersama. Papua adalah rumah kita bersama. Mari jaga rumah bersama kita dengan kedamaian. Papua adalah tanah Injil. Mari bersikap sebagaimana orang – orang yang telah dimenangkan oleh Injil dalam menghadapi berbagai persoalan. Kita mengimani bahwa Tuhan tidak menutup mata terhadap apa yang terjadi di atas Tanah Papua. Sebagaimana Tuhan mendengar darah Habel yang berteriak kepada Tuhan maka Tuhanpun tidak menutup mata ketika terjadi ketidak adilan, ketika orang tak bersalah menjadi korban, ketika darah orang benar tertumpah di atas tanah ini. Tuhan tidak menghendaki kita memperlakukan sesama dengan sewenang – wenang. Setiap orang akan menuai hasil dari perbuatannya. Siapa yang menabur cinta akan menuai cinta. Tetapi siapa yang menabur kebencian akan menuai kebinasaan. Kisah Kain dan Habel mengajarkan kita juga bahwa hidup pribadi dan persembahan kita adalah satu paket yang tidak terpisahkan. Bukan soal berapa banyak yang dapat kita bawa sebagai persembahan bagi Tuhan tetapi bagaimana hidup kita berkenan dihadapanNya. Bukan soal berapa kali kita beribadah dan membaca firmanNya tapi sejauh mana kita melakukan kehendakNya dihidup kita. Jadikanlah hidup kita sebagai persembahan yang kudus dan berkenan kepada Allah. Hidup yang berkenan kepada Allah adalah hidup yang menyatakan cinta kasih Allah. Selamat Hari Minggu. Tuhan memberkati.

kejadian 4 ayat 1 16